Tampilkan postingan dengan label Tempat Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tempat Wisata. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Maret 2020

Berwisata ke Kota ChiangMai


Wisata ChiangMai

Chiang Mai, di Thailand, merupakan sebuah kota dan juga provinsi. Chiang Mai (dalam bahasa Thai เชียงใหม่), juga seringkali disebut Chiengmai, yaitu kota terbesar ke-2 di Thailand dan terbesar di utara Thailand. Terletak di antara pegunungan yang membentuk daerah utara Thailand, Chiang Mai berjarak sekitar 700 kilometer sebelah barat laut Bangkok. Chiang Mai juga merupakan ibu kota dari provinsi Chiang Mai. Disini kita dapat menikmati Pemandangan sungai Ping di senja hari, Chiang Mai dilintasi oleh Sungai Ping yang merupakan salah satu hulu Sungai Chao Phraya.

Sejarah yang kami dapatkan dari beberapa sumber
Chiang Mai didirikan oleh Raja Mengrai pada tahun 1296, menggantikan Chiang Rai sebagai ibu kota Kerajaan Lannathai. Chiang Mai sendiri berarti kota baru, Raja Mengrai melengkapi ibu kota baru ini dengan tembok kota serta parit yang berbentuk bujur sangkar mengelilingi kota untuk melindunginya dari serangan luar, terutama Kerajaan Burma.

Seiring dengan melemahnya Kerajaan Lannathai, Chiang Mai beberapa waktu berhasil ditaklukkan dan dikuasai oleh Kerajaan Burma ataupun Kerajaan Ayutthaya. Pada tahun 1767, perang antara Burma dan Ayutthaya mencapai puncaknya dan mengakibatkan penduduk Chiang Mai mengungsi meninggalkan kota tersebut. Pada kurun tahun 1776-1791, Chiang Mai ditinggalkan hampir seluruh penduduknya. Lampang menjadi ibu kota sementara dari apa yang menjadi sisa Kerajaan Lannathai masa itu.

Chiang Mai secara resmi menjadi bagian dari Siam setelah direbut Raja Taksin dari Siam yang mengusir kekuatan Burma dari kota tersebut. Chiang Mai tumbuh dan berkembang menjadi pusat kebudayaan, ekonomi dan perdagangan serta mendapatkan posisi fungsionalnya sebagai ibu kota tak resmi di utara Thailand dan menjadi kota terpenting di Thailand setelah Bangkok. Bahasa yang digunakan penduduk Chiang Mai adalah Kham Muang atau disebut Lanna didaerahnya.

Chiang Mai menjadi daerah tujuan wisata karena kaya akan peninggalan situs budayanya. Di antara situs-situs dan atraksi wisata yang terkenal di Chiang Mai adalah:


1.    Wilayah kota kuno Chiang Mai
Wilayah bujursangkar di pusat kota Chiang Mai, dikelilingi oleh parit kota dan puing tembok kota yang masih dapat dilihat di beberapa tempat. Panjang tiap sisinya sekitar 1,5 kilometer. Sejak tahun 1990, pemerintah Chiang Mai melarang pembangunan bangunan pencakar langit dalam jarak 93 meter dihitung dari tembok kota untuk melindungi serta mempertahankan pemandangan kota kuno ini. Di parit kota juga dibuat sistem penyaringan air untuk mempertahankan kebersihan air parit tersebut.

2.    Museum local
·      Pusat Kebudayaan dan Kesenian Kota Chiang Mai adalah berupa museum yang didirikan pada tahun 1924, mempertunjukkan kebudayaan dan cara hidup penduduk Chiang Mai pada masa dahulu sampai sekarang.
·      Museum Suku-suku Pegunungan
·      Museum Nasional Chiang Mai

Di Chiang Mai terdapat beberapa Kuil yaitu Ada sekitar 300 wat atau kuil Buddhis di pelosok Chiang Mai. Wat ini didirikan sejak abad 13 sejak pendirian kota Chiang Mai oleh Raja Mengrai. Yaitu diantaranya: 

1.    Wat Phrathat Doi Suthep

Wat Phrathat Doi Suthep adalah kuil paling terkenal di Chiang Mai, berlokasi di ketinggian di bukit sebelah barat laut kota. Kuil ini berdiri sejak tahun 1383. Lokasi ini ditetapkan para pendirinya dengan menempatkan relik Sang Buddha di punggung seekor gajah dan membiarkannya membawa relik tadi ke dalam hutan. Lokasi ditentukan di tempat di mana sang gajah berputar-putar sebelum berbaring. Lokasi di ketinggian ini juga menyebabkan kota Chiang Mai terlihat jelas pada hari cerah.

2.    Wat Chiang Man

Wat Chiang Man adalah kuil tertua di Chiang Mai merupakan tempat tinggal Raja Mengrai pada masa pembangunan kota Chiang Mai[2]:209. Kuil ini menyimpan 2 gambar Buddha yang sangat penting dan diagungkan, Phra Sila Buddha dan Phra Satang Buddha.

3.    Wat Phra Singh,
Wat Phra Singh, berlokasi di kota kuno, di dalam tembok kota, didirikan sejak tahun 1345. Kuil ini terkenal karena khas akan gaya arsitektur utara Thailand. Di sini tersimpan Phra Singh Buddha, sebuah gambar Buddha yang sangat penting[7].

4.    Wat Chedi Luang

Wat Chedi Luang, didirikan pada tahun 1941 dengan gaya arsitektur Lanna, namun penyelesaiannya memakan waktu bertahun-tahun. Pada tahun 1545, candi ini digoncang gempa dan 30 meter bagian atas candi utama runtuh.

5.    Wat Ched Yot
Wat Ched Yot, didirikan pada tahun 1455 merupakan tempat penyelenggaraan Dewan Buddhis ke-8 Sedunia pada tahun 1977.

6.    Wiang Kum Kam
Wiang Kum Kam, terletak di bagian kota kuno lainnya di sebelah selatan luar kota Chiang Mai. Raja Mengrai tinggal di kota ini 10 tahun sebelum mendirikan Chiang Mai.

7.    Wat U-Mong
Wat U-Mong, wat ini terletak di gua dalam hutan di kaki bukit sebelah barat kota, dekat Universitas Chiang Mai.

8.    Wat Suan Dok
Wat Suan Dok, wat dari abad ke-14 yang berlokasi di tembok barat kota. Kuil ini dibangun oleh Raja Lanna untuk biksu Buddhia dari Sukhothai sebagai tempat untuk ber-vassa di musim penghujan[9].

Selain itu disini kita dapat meenikmati indahnya pasar malamnya, Pasar malam ini merupakan atraksi utama di kehidupan malam di Chiang Mai. Pasar malam ini membentang sepanjang jalan Chang Khlan mulai dari pukul 18.00 sampai 01.00 dini hari tiap malam. Disini juga terkenal dengan pijat tradisional Thai, yaitu terdapat di pelosok Chiang Mai, tersebar ratusan panti pijat tradisional yang menawarkanp pijat tradisional Thai, pijat refleksi kaki dan pijat minyak. Pijat tradisional ini ditawarkan dengan biaya beragam mulai dari 100 Baht sampai 1000 Baht per jam. Pijat Tradisional Thailand yang terkenal akan gerakan terapisnya yang unik dan manfaatnya


Ada beberapa festival nasional yang diselenggarakan di Chiang Mai, di antaranya:

Loi Kratong (Yi Peng), festival yang diselenggarakan di malam bulan purnama bulan November setiap tahunnya. Loi berarti terapung, Kratong adalah kapal kecil berbentuk bulat yang dilipat dari daun pisang, dihiasi dengan bunga, daun-daun dan lilin, yang kemudian akan dilepaskan terapung di parit kota dan sungai. Persembahan ini diperuntukkan kepada Dewi Air. Di samping kapal bulat dari daun pisang ini, juga ada lentera air bergaya Lanna yang diapungkan juga di atas air.

    Songkran, adalah festival yang diselenggarakan pada pertengahan bulan April setiap tahunnya untuk merayakan tahun baru tradisional Thailand. Berbagai kegiatan religius dan aktivitas rekreasi menjadi daya tarik festival ini, salah satunya yang terkenal adalah kegiatan menyiram air di seluruh pelosok kota. Parade mengelilingi kota dan pemilihan Putri Songkran juga menjadi kegiatan dari festival ini.

    Festival Bunga adalah festival 3 hari yang diselenggarakan permulaan Februari setiap tahunnya di Chiang Mai. Festival ini menandai iklim yang mendukung berseminya bunga-bunga tropis.

Senin, 02 Maret 2020

Berlibur Menikmati Kuliner Halal di Thailand


Thailand adalah salah satu negara yang ada di ASEAN yang menjadi tujuan wisata bagi para wisatawan. Jika kamu berlibur ke Thailand pasti kamu akan mencicipi makanan khas Thailand. Berikut ini adalah beberapa makanan halal dari Thailand yang dapat kamu nikmati.

1. Tom Yum Goong

Ciri khas dari tom yum adalah makanan yang terbuat dari udang yang renyah lalu dicampur dengan berbagai jenis rempah seperti lengkoas dan daun serai. Rasa dari makanan ini adalah asin, manis, asam yang bercampur menjadi satu dan sensasi segar saat memakannya.
Tom yum ini juga sudah ada di Indonesia dan beberapa restoran menjual menu Thailand yang satu ini. Tapi merasakan tom yum langsung di Thailand pasti akan memiliki rasa dan sensasi yang berbeda. Karena perbedaan tempat membuat rasa bumbu yang dipakai berbeda walaupun memakai jenis bumbu yang sama.

2. Gang Keow Wan

Makanan Thailand yang satu ini memang sudah menjadi incaran para pecinta kuliner yang mengunjungi Thailand. Karena mungkin kita akan kesulitan menemukan makanan seperti di negara lain.
Gang keow wan ini adalah kari hijau Thailand. Makanan ini memang sejenis masakan kari yang berwarna hijau. Kari yang dibuatnya memiliki beberapa campuran seperti potongan daging ayam, rebung, serai, lengkoas, dan terong. Makanan ini biasa disajikan bersama sepiring nasi hangat, daqn ini halal untuk dikonsumsi.

3. Gang Som Pak Ruam

Gang Som Pak Ruam adalah sejenis makanan yang berupa sup yang memiliki rasa manis dan pedas. Sup ini terbuat dari kubis, kacang hijau, dan wortel sebagai bahan utamanya.
Makanan ini biasa disajikan bersama telur dadar dan berbagai sayuran hijau Thailand lainnya. Sup ini memiliki rasa manis, asam, dan pedas. Jika kamu tertarik dengan makanan ini kamu bisa menemukan sup ini di Thanom Rangnam Road.

4. Gang Masaman

Gang Masaman adalah salah makanan dari Thailand yang berjenis kari dan memiliki bumbu yang cukup kuat. Kari ini diisi dengan irisan daging ayam atau potongan kentang. Makanan kari ini memiliki beberapa tambahan rempah pada bumbu karinya sehingga membuat rasanya lebih lezat dan yang membuat kari berbeda dengan kari lainnya, gang masaman ini lebih terasa manis dibanding dengan yang lainnya.

5. Pang Gai

Pang Gai adalah sajian kuliner dari Thailand yang berupa kari. Pang gai ini salah makanan Thailand yang memiliki rasa pedas, selain pedas makanan ini juga memiliki rasa segar akibat dari campuran perasan jeruk purut.
Kari ini terbuat dari kari merah yang digoreng dan ditambahkan dengan irisan daging ayam dan santan. Makanan ini cukup lezat karena campuran cita rasa pedas dan segarnya yang begitu terasa.

6. Kao Na Phet

Kao Na Pet adalah sajian kuliner bebek panggang yang ada di Thailand. Bebek panggang khas Thailand ini tidak begitu berbeda jauh dibandingkan dengan bebek panggang yang ada di Indonesia. Tapi jika soal rasa bebek panggang Thailand ini memiliki rasa yang berbeda karena bumbu yang dipakainya. Selain itu makanan ini juga biasa disajikan bersama sup bebek.

Selasa, 25 Februari 2020

Malaka Is World Heritage City

Sejarah Singkat Malaka

Pada tahun 2008, Melaka dinyatakan oleh UNESCO sebagai Bandar Warisan Dunia (World Heritage).[14] Negeri Melaka dinyatakan sebagai 'Melaka Maju' pada 20.10.2010 pada jam 20:10 di Stadion Hang Jebat yang disempurnakan oleh Perdana Menteri Malaysia langsung dari Putra World Trade Centre (PWTC), Kuala Lumpur. Melaka juga dinyatakan sebagai Negeri Bandar (Kota) Teknologi Hijau. Negeri ini memiliki penduduk yang cukup berpendidikan tinggi, dengan tingkat literasi remaja 99,5% seperti yang dilaporkan oleh Laporan Tujuan Pembangunan Millennium 2015.  Pada 2016, Melaka menjadi tempat teraman untuk tinggal di Malaysia.  Tingkat jenayah indeks negeri turun 15,5 persen pada tahun 2017 dengan 3.096 kasus tercatat dibandingkan dengan 3.663 pada tahun 2016.[19] Laporan Sosioekonomi Negeri 2017 yang diterbitkan pada 26 Juli 2018 melaporkan bahwa Melaka adalah negara yang mencatat tingkat pengangguran terendah pada tahun 2017 dengan hanya 1,0 persen.
Walaupun merupakan negeri pertama mendirikan kesultanan Melayu, Melaka kini tidak mempunyai seorang sultan, sebaliknya negeri ini diketuai oleh seorang Tuan Yang Terutama (TYT) Negeri. Berbagai adat etnis dan tradisi bercampur dengan sempurna di Melaka. Kehidupan aman rakyat Melaka bersumber dari kehidupan berbagai kaum yang telah melahirkan orang-orang Melayu, Cina, India, Baba dan Nyonya, Portugis, Chitty dan Eurasia.

Budaya Malaka
Di antara budaya Melaka yang unik adalah Dondang Sayang yang diakui oleh UNESCO. Dondang Sayang adalah seni Melayu tradisional yang masih dipraktekkan di Melaka oleh empat komunitas: masyarakat Melayu, Baba Nyonya, Chitty dan Portugis. Praktik ini menggabungkan unsur-unsur musik (biola, gong dan tamborin atau tambor), lagu dan dikir, fitur-fitur puisi merdu yang indah. Juga dikenal sebagai balada cinta, lagu-lagu yang digunakan oleh masyarakat untuk menyampaikan perasaan kasih sayang dan memberi saran tentang topik-topik khusus seperti kasih sayang dan kebaikan.

........

Sebelum pergi liburan pastinya kita selalu ingin mencari tempat wisata mana yang menarik dong.
Nah disini kami rekomendasikan beberapa tempat wisata di malaka yang bisa kita kunjungi guys ..
diantaranya :

1. Malaka Heritage City Tour

 

            Di tempat ini kita dapat menemukan berbagai jenis bangunan rumah yang telah beragam dan bercampur dengan budaya lain seperti belanda, inggris, china dan spanyol. Banyak para pedagang yang menetap di tempat ini karena tempanya yang sangat strategis untuk perdagangan. Malaka ini juga sudah mendapatkan gelar dari UNESCO yaitu World Heritage City.

2. Stadthuys In Malaka

            Tidak asing lagi bangunan yang berwana merah ini menjadi ciri khas di malaka yang sangat mudah di ingat dan dikenang oleh para wisatawan. Bangunan ini dahulunya digunakan sebagai tempat pemusatan administrasi negara gubernur belanda telah dibangun sejak tahun 1950. Lokasi Stadthuys ini berada di kawasan Red Square dimana seluruh bangunan bangunanya berwana merah. Bangunan-bangunan ini masih kental dengan suasana atau gaya kolonial belandanya.

3. Jonker Street Night Market Malaka

            Tak kalah menarik lagi , tempat ini jangan sampai terlewatkan karena disini tempat dimana kita bisa berbelanja sovenir sebagai oleh-oleh untuk keluarga dan menikmati makanan atau jajanan yang ada malaka. jonker street night market ini buka dari jam 6 sore hingga larut malam. jadi jangan sampai terlewatkan ya..

4. River Walk Malaka

            Sungai malaka yang sangat indah , rapi dan bersih membuat orang-orang kagum melihatnya, sepanjang sungai tersebut ada beberapa lokasi yang dapat kita kunjungi yang bernuansa benua asia yang sangat kental. Dengan demikian para wisatawan akan merasa betah berada di tempat yang membuatnya nyaman.

5. Cheng Hoon Teng Temple Malaka

            Tempat ini merupakan kuil yang paling tua di malaka, kuil ini menjadi sebuah objek wisata yang memikat siapa saja yang mengunjunginya. kuil ini masih berfungsi hingga sekarang yang telah menerapkan tiga ajaran sekaligus di dalam ajarannya seperti buddhist, khonghucu dan juga Tao. Bangunan ini tidak dapat diubah sedkikitpun karena ada undang-undang yang menerapkannya.

6. Christ Church Malaka

            Di sebelah dari Stadthuys ini memiliki sebuah bangunan keagamaan yaitu sebuah gereja yang telah dibangun oleh belanda sejak tahun 1753. Awalnya gereja ini digunakan oleh para jemaat kristen protestan belanda, tetapi sejak saat koloial inggris mendatangi kawasan ini, gereja ini diambil alih menjadi sebuah gereja yang dialihkan oleh para jemaat inggris. Di dalam gereja ini terdapat berbagai jenis batu nisan yang tertulis dalam Bahasa Belanda dan Bahasa Inggris.
Nah makin penasaran bukan  dengan tempat ini ? tak ada salahnya kita liburan sambil mengenal sejarah dari beberapa bangunan dan tempat wisata di malaka selama kita liburan disana untuk menambah sedikit wawasan kita.

7. St. Paul Hill and Church

            Pada masa penjajahan dari belanda dan portugis, bukit dari St. Paul ini digunakan sebagai pusat pemerintahan pada saat itu. tetapi bangunan yang digunakan sebagai pusat pemerintahan penjajahan masa itu telah hancur akibat dari serangan yang dilakukan oleh bangsa inggris yang mendatangi malaka. Selain itu, di kawasan ini juga trdapat bebrapa makam-makam belanda yang dapat kita lihat ketika kita mengunjungi tempat ini.

8. Malaka Starit Mosque

            Masjid yang berada di salah satu kawasan pulau komersial ini terapung di bagian selat malaka dan dapat dikunjungi oleh siapa pun tidak hanya muslim saja. tetapi ada sayarat jika hendak memasuki kawasan ini, yaitu memakai pakaian yang sopan dan lebih baik memakai pakaian yang tertutup dari badan hingga kaki. Karena belum ada transportasi umum, jadi lebih baik mnggunakan kendaraan pribadi atau menyewa kendaraan untuk mengunjungi tempat ini.

9. Maritime Museum Malaka
            Tempat ini sering disebut juga dengan muzium samudera yang telah menggunakan sebuah replika dari kapal perang portugis yang dikabarkan tenggelam di kawasan pantai malaka. Replika dari kapal perang portugis ini mempunyai tinggi sekitar 34 meter di atas tanah dan lebar sekitar 8 meter. yang menarik dari museum ini yaitutempat ini menceritakan berbagai sejarah mengenai kelautan malaka yang telah diserang serta masa keemasan dari kesultanan malaka. Lokasi dari Maritim museum Melaka ini berada di Jalan Merdeka, Bandar Hill, Melaka, Malaysia.

10. A Famosa Melaka

Benteng yang telah berdiri sejak tahun 1511 ini merupakan hasil dari peninggalan bangsa Portugis yang berada di Melaka. Ternyata, A Famosa Melaka ini merupakan bangunan yang paling tertua yang masih ada di Asia Tenggara. Bangunan yang satu ini terlihat sangat tua jika dibandingkan dengan bangunan lainnya.  Oleh karena itu, bangunan ini tidak terlihat utuh lagi dari bentuk awalnya. Puing – puing reruntuhan pun sudah terlihat di sekeliling a famosa Melaka ini. Tetapi kita masih bisa berfoto di gerbang dari A Famosa Melaka yang masih berdiri kokoh. Gerbang A Famosa Melaka ini dinamakan sebagai Porta de Santiago.
Lokasi dari reruntuhan benteng Portugis ini berada di atas bukit yang dapat kita lihat dari jalan menuju gerbang utamanya tersebut. Tak hayal jika banyaknya pengunjung yang mendatangi wilayah ini untuk dapat berfoto dengan bangunan yang sangat tua di Asia Tenggara.


Wah Gimana Guys??
apa kalian ada rencana mau liburan keliling Asia tapi belum tau Mau kemana???
yuk tanya Pada Kami Aja Paket Tour Jelajah Asia

Hub kami:
Admin : +31619776159
              +6281261762093
              +6281270598537
 

Kamis, 20 Februari 2020

Berwisata ke Khlong Hae Floating Market (Hatyai)


Khlong Hae Floating Market (Hatyai)



Klong Hae Floating (Hat Yai, Thailand) juga memiliki nama lain Floating Market Hatyai. Merupakan salah satu destinasi wisata di daerah Thailand Selatan yaitu di kota Hatyai.  Sangat cocok bagi kamu yang suka berburu wisata kuliner. Soal harga, tempat ini salah satu yang terbaik.  Setiap makanan rata-rata di jual hanya dengan harga sekitar 10 bath atau sekitar 4000 rupiah.

Sesuai dengan namanya Floating Market, penjual akan berjejer dengan perahunya. Makanan yang dijual pun terjamin Halal karena semua penjualnya muslim. Kamu bisa mencicip aneka jus, sup ikan, tom yum hingga aneka dessert. Ada juga penjual tas hingga cindera mata yang bisa jadi oleh-oleh. Floating market ini tak hanya jadi incaran wisatawan Indonesia tetapi juga Malaysia. Lokasinya ada di Hat Yai District, Provinsi Songkhla. Yang harus anda perhatikan adalah tempat ini hanya buka di akhir pekan saja di pukul 15.00-21.00 waktu setempat.

Pasar Terapung Khlong Hae adalah pasar terapung di Thailand yang dianggap sebagai pasar terapung pertama dan satu-satunya di Thailand selatan. Terletak di Tambon Khlong Hae, Amphoe Hat Yai, Provinsi Songkhla di seberang Wat Khlong Hae. Para pedagang di sini akan mengenakan kostum retro Thailand dan yang unik dari pasar ini adalah menggunakan wadah makanan ramah lingkungan seperti batok kelapa, tabung bambu, dan pot tanah daripada menggunakan wadah plastik. Pasar terapung ini dianggap unik dari pasar yang berbeda di daerah lain di Thailand, karena ada banyak budaya, orang Thai Budha dan Muslim.

            Selain itu ada beberapa floating market di Thailand yang lebih menarik yang bisa dikunjungi  :

1.    Floating Market Damnoen Saduak
Floating Market Damnoen Saduak  jadi salah satu pasar apung terbaik di Thailand. Ini adalah pasar apung tertua di Bangkok yang sudah didirikan sejak tahun 1866. Lokasi pasar ini  lumayan jauh dari pusat kota Bangkok yaitu sekitar 110 km. Disini kita bisa berbelanja berbagai macam barang juga hanya saja harga barang-barang di pasar ini bisa mencapai 200 -900 bath atau sekitar 90.000 hingga 400.000 an . tetapi kita sebagai pembeli boleh tawar menawar kok guys…

2.    Floating Market Amphawa

Floating Amphawa berada di Amphawa, Provinsi Samut Songkhram, Thailand. Jarak dari pusat kota sekitar 50 km. pasar terapung ini sudah ada sejak 50 tahun yang lalu. Pasar ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 18.00 waktu setempat.

3.    Floating market Talin Chan
Pasar terapung ini lokasinya lumayan dekat dengan pusat kota Bangkok, kira-kira hanya 12 km. Meskipun pasarnya kecil, tetapi banyak  produk, makanan, dekorasi makanan hingga tanaman yang bisa kita nikmati untuk membelinya.

4.    Floating market Khlong Lat Mayom
Pasar apung khlong Lat Mayom hanya berjarak 15 km dari pusat kota Bangkok, dipasar ini pengunjung bisa merasakan menyusuri sungai dengan perahu dan bisa mengunjungi perkampungan warga yang ada disana. Dan pengunjung juga bisa mencicipi makanan tradisional disana seperti Gai Galae, Pla Pao hingga Mie Mungben.

5.    Floating market Bang Nam Pheung
Bang Nam Pheung disebut juga dengan Riverside Market, karena disepanjang pinggiran sungai banyak bangunan toko atau warung yang bersifat permanen. Pasar ini tidak terlalu besar, dan pasar ini mudah di akses dan memiliki banyak sekali penjual makanan tradisional. Jarak dari pusat kota Bangkok kira-kira 20 km.

6.    Floating market Pattaya

Floating market Pattaya merupakan salah satu pasar terapung terbesar di daerah timur Thailand, pasarnya lebih modern daripada pasar apung lain di Thailand. Pasar ini juga sama menjual berbagai macam produk-produk yang berasal dari utara, selatan, tengah dan timur laut Thailand. Seni ukiran, tekstil hingga miniature kapal yang dibuat para pengrajin Thailand juga di jajakan disini, menjelajah pasar dengan perahu bersama warga adalah bagian daya tarik tersendiri dipasar ini, harga produk-produknya  juga terbilang tinggi.